Homeroom merupakan upaya menciptakan suasana yang hangat, akrab, menyenangkan seperti suasana di lingkungan keluarga, ketika mengadakan pertemuan kelompok dengan konseli. Sebagai suatu teknik Homeroom berarti suatu cara dalam mengatur suatu pertemuan kelompok di mana suasana hubungan antar anggota kelompok penuh dengan kehangatan, keakraban seperti dalam keluarga yang menyenangkan. Dalam suasana yang demikian ini, diharapkan konseli dapat lebih terbuka dalam mengungkapkan diri termasuk mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapinya (Pietrofesa, dkk.,1980).
Homeroom merupakan teknik yang khas dalam layanan bimbingan, kekhasannya terletak pada suasananya yang hangat, akrab seperti di dalam keluarga. Teknik ini merupakan teknik yang tidak berdiri sendiri, dalam arti dalam penggunaannya selalu berkolaborasi dengan teknik lain, misalnya dengan teknik diskusi kelompok, permainan peranan maupun permainan simulasi maupun permainan-permainan lain yang dapat bermanfaat bagi perkembangan pribadinya.
Prosedur Pelaksanaan Layanan Bimbingan dengan Teknik Home-room
Dalam suasana yang akrab, hangat maka prosedur pelaksanaan homeroom adalah sebagai berikut:
- Perencanaan, konselor membuat persiapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom, perencanaan tersebut diwujudkan dalam bentuk RPLBK. Teknik apa yang akan digunakan dalam pertemuan homeroom juga dirancang pada tahap persiapan ini
- Pelaksanaan, kegiatannya terdiri dari (a) pembukaan, yaitu mempersiapkan konseli dalam mengikuti pelayanan; (b) kegiatan inti, merupakan pelaksanaan homeroom, (c) penutup, konselor menyimpulkan hasil kegiatan yang diperoleh dalam homeroom
- Evaluasi, setelah pelaksanaan homeroom, maka aktivitas berikutnya adalah mengadakan evaluasi baik evaluasi hasil maupun evaluasi proses.
Kelebihanteknik Homeroom
Sebagai suatu teknik, memiliki beberapa kelebihan, antara lain: (a) kontinyuitas dan kemajuan proses bimbingan dapat berlangsung dengan membicarakannya dalam suasana yang menyenangkan (b) interaksi antar anggota kelompok dapat dibangun sehingga kohesivitas antar anggota dapat dicapai.



